Perang Media di Akhir Jaman

Seluruh media besar di Indonesia yang kepemilikkan swasta telah menjadi ajang kepentingan politik baik dalam negeri maupun Luar Negeri.

Propaganda Politik Dalam Negeri

Silahkan simak 2 artikel yang berjudul “Bunuh Diri Massal Pers Indonesia” oleh pakar jurnalis Indonesia,

Bunuh Diri Massal Pers Indonesia

Bunuh Diri Massal Pers Indonesia Jilid 2

Tidak ada satu pun media besar Indonesia yang obyektif terhadap PEMILU 2019, tampak semua berpihak pada Jokowi.

Apakah ada kepentingan Barat terhadap Jokowi?, jelas ada.

Artikel dari media Sputnik yang dimuat juga di Jakarta Post, adanya pernyataan Laksamana AS Richardson tentang Indonesia sebagai “Strategic Partner” Amerika. Partner Strategis AS di Asia saat ini hanya Jepang, Kor-Sel dan Filipina.

Propaganda Politik Luar Negeri

Bila membahas tentang konflik perang dunia maka Ya’juj wa Ma’juj lah arsiteknya.

Seluruh media “Mainstream” dikuasai oleh mereka seperti CNN, BBC, FOX, NBC, Reuter, CBS, dll.

Masalah kebijakan Rusia dan akhir-akhir ini soal penindasan etnis muslim Uighur Cina, seluruh media Indonesia mengikuti alur skenario Barat. Dengan penarikkan pasukan AS dari Suriah dan mundurnya AS dari gencatan senjata Nuklir INF dan ABM, ada gerakkan masif dari media Barat untuk memfokuskan provokasi perang di Asia.

Hasil Investigasi dari media Sputnik, menyatakan bahwa laporan PBB tentang masalah kamp re-edukasi Uighur dibuat oleh HAM Uighur Amerika dan didanai oleh AS.

“Uyghur Human Rights Project”, didirikan oleh “Uyghur American Association” pada tahun 2004. Di dukung oleh “The National Endowment for Democracy” yang diketuai oleh Senator John McCain. McCain terkenal di dunia dengan fotonya bersama Baghdadi (Shimon Elliot) sebelum kemunculan ISIS. George Soros pun mendanai laporan PBB tersebut dengan asosiasi dari CIA. Jelas kredibilitas laporan sangat diragukan dan Cina telah membantah masalah ini di sidang PBB.

Sudah terbukti kebenaran beberapa hadits-hadits ramalan Rasulullah ﷺ tentang Bangsa Rum/Bizantium dan QS. Ar-Rum, yang dikenal historis saat ini sebagai Ortodoks Rusia. Mau tidak mau, muslim dunia akan berpihak pada mereka dalam menghadapi konflik dunia.

Di akhir jaman yang penuh dengan kedustaan, perlu meningkatkan ketaqwaan sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Anfal ayat 29 :

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan.”

Melalui furqaan inilah manusia mampu menilai diri secara obyektif sejauhmana ketaqwaannya.

Tinggalkan komentar