Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan”.
Dia bisa bertambah karena ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan (melanggar Syariat Agama).
Agama tidak mengajarkan bagaimana mengetahui isi hati manusia, tapi mengajarkan bagaimana menilai iman diri dan orang lain.
Selain itu, Iman juga bisa bertambah karena pembuktian kebenaran Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam surah Al-A’raf ayat 143 dengan pingsannya Nabi Musa Alaihis Salam setelah melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nanti di Yaumul Hisab, nabi Musa Alaihis Salam lah yang akan pertama-tama siuman.
Perkara akhir jaman yang tampak berat, ada sisi lain berupa kemudahan yang luar biasa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan. Pembuktian melalui ramalan Rasulullah ﷺ yang sebagian besar kasat mata (lahir & batin) seperti berlomba-lomba pembangunan tinggi, bermegah-megahan Mesjid, mengeringnya danau Tiberias, ditemukan mayat fir’aun. Bertambah lah iman dengan sendirinya.
Tingkatkan lah iman dengan pembuktian dari Al-Qur’an dan ribuan Nubuat Nabi ﷺ yang di jaman teknologi sudah sangat mudah diperoleh.
