Ciri-ciri Pemimpin
Pertanda hari Kiamat yang disebutkan dalam hadits Sahih Bukhari :
“Ketika orang tanpa alas kaki dan telanjang adalah pemimpin-pemimpin tertinggi rakyat. “
Dari hadits Sahih Muslim, “Ketika Anda melihat bahwa orang tanpa alas kaki dan telanjang, tuli dan bisu adalah raja-raja di bumi.”
Ibnu Hajar menjelaskan bagian hadits ini (Fathul bari) dalam riwayat Sulaiman al-Taimi dan lainnya: “Siapa tanpa alas kaki dan telanjang?” Dia menjawab: “Orang-orang Arab Badui”. Sedangkan “Tuli dan Bisu” artinya mereka tidak menggunakan pendengaran atau penglihatan mereka dalam hal apapun tentang Agama meskipun mereka memiliki indra yang sempurna.
Ciri-ciri orang Arab Badui dirangkum dari tafsir Ibnu Jarīr At Thabarī QS. At-Taubah ayat 97;
1. Paling keras hatinya (aqsā qulūban)
2. Paling sedikit ilmunya (aqallu ‘ilman) terhadap hak-hak Allah.”
3. Mereka tidak banyak bergaul dengan orang-orang yang baik (ahl al-khayr).
Dari Al-Tabarani menceritakan melalui Abu Hamza, Ibnu Abbas dari Nabi ﷺ bahwa,
” Salah satu tanda perubahan agama adalah kefasihan berperilaku yang dibuat-buat (pencitraan) oleh rakyat jelata dan penguasaan mereka terhadap istana di kota-kota besar. “
Di seluruh dunia saat ini, dengan beberapa pengecualian, termasuk dunia Muslim, pemimpin yang telah dijelaskan di atas sudah menjadi hal yang lazim dijumpai. Banyak orang yang tidak dapat atau tidak ingin melihat, dan mereka secara membabi buta bergegas untuk mendukung atau mengikuti pemimpin semacam itu untuk keuntungan pribadi, atau ketakutan, atau karena semata-mata ketidak-pedulian.
Dalam Eskatologi Islam akan muncul Al-Mahdi begitu juga dalam Eskatologi Nasrani (Ortodoks Rusia) yang mereka sebut “The Prince” atau Pangeran, yang akan mengembalikan Khilafah penuh dengan keadilan dan kesejahteraan.
Dari pemahaman Akhirul Jaman tidak lama sebelum kemunculan Al-Mahdi, Indonesia akan mengalami transisi kepemerintahan yang bersyariah Islam. Dimana adanya Pemimpin yang terbaik bagi rakyat Indonesia. Insha Allah akan dibahas kemudian hari.
Oleh karena itu banyak bersabar dan ber-amar makruf sebagai upaya meningkatkan amal dan iman di akhir jaman ini.
