Dis-Informasi Media
Dunia hiburan seperti Holywood, industri musik, game, digital internet dan media Berita dan TV telah lama dikuasai oleh Yahudi Zionis baik pemilikkan langsung atau melalui pendanaan. Tampak sekali pergeseran nilai moralitas yang menurun drastis tahun demi tahun.
Baru-baru ini terbongkar dokumen-dokumen (4000 halaman) intel dan militer AS yang telah menghasut 1800 film dan acara TV yang diinvestigasi Tom Secker dan Matthew Alford. Tujuannya tidak lain sebagai mesin propaganda kebijakan AS yang saat ini memiliki 850 markas besar militer di 150 negara.
“Main Stream Media” atau arus media pokok yang sifatnya satu arah sudah ditinggalkan oleh orang-orang barat yang terbuka matanya akan pengaruh buruk budaya AS dan Eropa. Namun pesatnya teknologi media lain seakan mengganti bahkan mempertajam pengaruh buruk yang terjadi.
Realitas dunia dimanipulasi sedemikian rupa hingga menjauhkan nilai-nilai agama dan menjadikan hamba-hamba budak ciptaan manusia, bukan hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mulia.
Ada peribahasa “Burung unta yang kepalanya di dalam tanah” atau seperti “Katak dalam tempurung”. Begitulah akibat pengaruh arus media pokok yang membutakan mata hati terhadap kenyataan akhirul jaman.
Hindari media satu arah dan kembali ke kehidupan yang kodrati sesuai ajaran Allah dan RasulNya. Karena unsur batiniah tidak akan tercipta dan ditiadakan dalam peralatan Media. Waktu pun di sia-siakan dimana ujian di dunia hanya 1,5 jam akhirat (QS. Al-Hajj : 47).
“Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.” (QS. Al-Asr : 2).
Dan,
“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau.” (QS. Muhammad : 36).
Menurut tafsir adalah sebuah penghinaan bagi orang yang terlalu mencintai dunia. Sedangkan bagi orang beriman,
ia akan senantiasa meningkatkan iman, memperbaiki akhlak dan beramal saleh hingga datangnya kematian.
